Salurkan Infaq Anda untuk PEMBANGUNAN GEDUNG MADRASAH DINIYAH MUHAMMADIYAH SIDOMULYO KEC.ANGGANA KAB.KUKAR melalui: BRI UNIT ANGGANA No. Rek. 4565.01.003179.53.3 a.n. PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH ANGGANA

Sabtu, April 12, 2014

Sudah saatnya pemilu digital

foto by amir hady

foto by amir hady

foto by amir hady



Penyelenggaraan pemilu legislatif tahun 2014 yang baru lalu (9-4-2014) sangat melelahkan bagi para anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) mesti bekerja keras secara manual melakukan penghitungan suara sebanyak empat kotak suara dan menyalin hasilnya dengan tulisan tangan ke lembaran-lembaran berita acara berupa formulir Model C, Model C1 dan Lampirannya untuk DPR sebanyak 17 set, untuk DPRD Provinsi sebanyak 17 set, dan untuk DPRD Kab/kota sebanyak 17 set, serta untuk DPD sebanyak 15 set.
Oleh karena dilakukan secara manual, maka sangat menguras tenaga, menguras pikiran dan banyak memakan waktu, makanya seluruh rangkaian kegiatan di TPS berakhir malam hari.
Untuk penyelenggaraan pemilu yang akan datang yaitu tahun 2019, rasanya sudah perlu dirancang jauh-jauh hari dengan cara digital atau elektronik. Sebab, selain teknologi informasi sudah mutahir, ditambah yang dihitung menjadi lima kotak suara, karena ketambahan pemilihan presiden dan wakil presiden, jadi kalo masih manual sudah tidak efektif dan efisien lagi.
Disamping itu penduduk Indonesia sudah E-KTP semuanya, oleh karena itu sudah bisa diandalkan sebagai data pemilih. Sehingga tidak perlu lagi melakukan pendaftaran pemilih, dan E-KTP bisa difungsikan sebagai kartu pemilih.
Beberapa perangkat yang mesti disiapkan di TPS yaitu LCD touch screen sebanyak dua buah, satu untuk simulasi di TPS untuk latihan dan satu buah lagi untuk pemilihan yang sebenarnya. Jadi di LCD tersebut pemilih memilih calon legislatif dan calon presiden dengan menyentuh gambar foto di layar, bahkan kalo perlu disiapkan juga gambar untuk golput. Untuk itu perlu dua buah laptop dan sebuah printer, satu laptop untuk simulasi dan satu laptop untuk server. Laptop ini juga berfungsi sebagai monitor kontrol oleh petugas KPPS, hanya untuk memastikan si pemilih sudah memilih atau belum di bilik suara dan untuk switch surat suara DPR, surat suara DPD, surat suara DPRD Provinsi, surat suara DPRD Kab/kota dan surat suara Presiden. Jadi petugas KPPS tetap tidak bisa melihat gambar apa yang disentuh oleh pemilih.
Sistem yang ada di laptop itu sudah disetting dengan waktu, artinya waktu mulai memilih dan berakhirnya memilih sudah diseting sedemikian rupa, jadi sebelum dan sesudah waktu yang ditentukan, LCD tidak akan aktif. Setelah waktu pemilihan selesai, maka laptop hanya bisa digunakan untuk melihat dan mencetak hasil perhitungan suara di TPS tersebut, setelah berita acara dan lampirannya diprint sejumlah keperluan yang dibutuhkan oleh KPPS, para saksi dan pengawas dan ditandatangani oleh para pihak serta untuk di tempel di papan pengumuman TPS, kemudian laptop diserahkan ke PPS desa/kelurahan untuk dibuka kembali (kalo diperlukan) pada rapat perhitungan suara di tingkat PPS.
Di PPS hanya perlu sebuah Laptop, sebuah printer dan seperangkat LCD Proyektor. Jadi rapat rekafitulasi perhitungan suara diisi dengan pembacaan berita acara oleh masing-masing KPPS. Kalkulasi dilakukan oleh sistem di laptop dan dapat disaksikan langsung di layar yang dipancarkan oleh LCD Proyektor. Setelah hasilnya diterima oleh semua pihak, PPS mencetak berita acara sebanyak keperluan untuk para saksi, pengawas, dan untuk ditempel dipapan pengumuman, serta untuk diserahkan ke PPK bersama laptop-laptop yang telah digunakan.
Pemilu dengan cara digital akan banyak menghemat waktu, tidak ada suara yang rusak, dan perhitungannya sangat akurat. Semoga dimasa yang akan datang bisa terwujud. (ay.1)
http://politik.kompasiana.com/2014/04/12/sudah-saatnya-pemilu-digital-648491.html

Jumat, April 04, 2014

Sumpah dan Pelantikan Ketua KPPS dalam rangka pemilu legislatif 2014

                                                                        foto by Amir Hady
Dalam rangka penyelenggaraan pemilihan umum yang langsung umum bebas dan rahasia, serta jujur dan adil untuk menghasilkan anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kab/Kota tanggal 9 April 2014 yang akan datang telah dilaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan bagi Ketua KPPS se Desa Anggana, Kecamatan Anggana, Kab.Kutai Kartanegara, Prop.Kalimantan Timur. (4-4-2014) di Pendopo Kantor Desa Anggana. Pengambilan sumpah dilakukan oleh Ir.Amir Hady selaku Ketua PPS Desa Anggana, disaksikan oleh Wagimin selaku Kepala Desa Anggana dan Eka Isnawati selaku PPK Kec.Anggana.
SEBELUM SAYA MENGAMBIL SUMPAH, SAYA INGIN BERTANYA :
a.  APAKAH SAUDARA BERSEDIA DIAMBIL SUMPAHNYA ?
b. DIAMBIL SUMPAH DENGAN CARA AGAMA APA ?
SELANJUTNYA SAYA PERLU MEMPERINGATKAN, BAHWA SUMPAH YANG AKAN SAUDARA UCAPKAN INI, ADALAH MENGANDUNG TANGGUNG JAWAB TERHADAP BANGSA DAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, TANGGUNG JAWAB MEMELIHARA DAN MENYELAMATKAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 SERTA TANGGUNG JAWAB TERHADAP KESEJAHTERAAN RAKYAT.
                                                                        foto by Amir Hady
SUMPAH INI DISAMPING DISAKSIKAN OLEH DIRI SENDIRI DAN OLEH SEMUA YANG HADIR SEKARANG, JUGA YANG PENTING SEKALI DIYAKINI DAN DISADARI, BAHWA SUMPAH INI DISAKSIKAN OLEH ALLAH SWT. TUHAN YANG MAHA ESA, KARENA ALLAH ITU MAHA MENGETAHUI.
- DI DALAM AL-QUR’AN SURAT AL-BAQOROH AYAT 224, DINYATAKAN :
”Jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan perdamaian di antara manusia dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”
                                                                        foto by Amir Hady
OLEH KARENA ITU MEMANG MANUSIA HANYA DAPAT MENGETAHUI DARI KATA-KATA DAN PERBUATAN SESEORANG. TETAPI ALLAH MENGETAHUI APA YANG TAMPAK DAN APA YANG TERSEMBUNYI DALAM DIRI SAUDARA. ALLAH MENGETAHUI KEDUA-DUANYA, APA YANG DIUCAPKAN DAN APA YANG TERSIMPAN DALAM HATI SAUDARA. DAN KEPADA ALLAH ITULAH, AKHIRNYA PERTANGGUNGJAWABAN AKAN SAUDARA BERIKAN.
IKUTILAH KATA-KATA SAYA
“ DEMI ALLAH, TUHAN YANG MAHA ESA SAYA BERSUMPAH”
“BAHWA SAYA AKAN MEMENUHI TUGAS DAN KEWAJIBAN SAYA SEBAGAI ANGGOTA KELOMPOK PENYELENGGARA PEMUNGUTAN SUARA DENGAN SEBAIK-BAIKNYA DAN SEADIL –ADILNYA SESUAI DENGAN PERATURAN PERATURAN PERUNDANG–UNDANGAN, DENGAN BERPEDOMAN PADA PANCASILA DAN UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945;
BAHWA SAYA DALAM MENJALANKAN TUGAS DAN KEWAJIBAN TIDAK AKAN TUNDUK PADA TEKANAN DAN PENGARUH APAPUN DARI PIHAK MANAPUN YANG BERTENTANGAN DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN;
                                                                        foto by Amir Hady
BAHWA SAYA DALAM MENJALANKAN KEWENANGAN, AKAN BEKERJA DENGAN SUNGGUH,JUJUR,ADIL, DAN CERMAT DEMI SUKSESNYA PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROPINSI DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN/KOTA TAHUN 2014, DENGAN MENEGAKKAN DEMOKRASI DAN KEADILAN SERTA MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA DARIPADA KEPENTINGAN PRIBADI ATAU GOLONGAN’
Setelah pengucapan sumpah dilanjutkan dengan pelantikan sebagai berikut :
                                                                         foto by Amir Hady
DENGAN MEMANJATKAN PUJI SYUKUR KEHADIRAT ALLAH SWT. TUHAN YANG MAHA ESA, SERTA ATAS RAHMAT, TAUFIK DAN HIDAYAHNYA, MAKA PADA HARI INI, JUM’AT, TANGGAL EMPAT BULAN APRIL TAHUN 2014, SAYA KETUA PANITIA PEMUNGUTAN SUARA DESA ANGGANA KECAMATAN ANGGANA, RESMI MELANTIK SAUDARA – SAUDARA BERDASARKAN SURAT KEPUTUSAN PANITIA PEMUNGUTAN SUARA DESA ANGGANA NOMOR: 01/PPS-Ang/III/2014, TANGGAL 9 MARET 2014 SEBAGAI KETUA MERANGKAP KELOMPOK PENYELENGGARA PEMUNGUTAN SUARA (KPPS) PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROPINSI DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN/KOTA TAHUN 2014
                                                                        foto by Amir Hady
SAYA PERCAYA, BAHWA SAUDARA – SAUDARA AKAN MELAKSANAKAN TUGAS DENGAN SEBAIK – BAIKNYA, SESUAI DENGAN KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU DENGAN PENUH RASA TANGGUNG JAWAB.
SEMOGA ALLAH SWT. TUHAN YANG MAHA ESA SELALU MEMBERIKAN RAHMAT KEPADA KITA SEMUA, AAMIIN.
Adapun susunan acaranya sebagai berikut :
  1. PEMBUKAAN

  2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya

  3. PEMBACAAN SURAT KEPUTUSAN PPS DESA AGGANA KEC. ANGGANA NOMOR : 01 /PPS-Ang/III/2014, TANGGAL 9 MARET 2014 Oleh : Ponidi, AMd.Pd

  4. PENGAMBILAN SUMPAH

  5. PELANTIKAN

  6. PENANDA TANGANAN BERITA ACARA

  7. SAMBUTAN KETUA PPS DESA ANGGANA oleh Ir.Amir Hady

  8. SAMBUTAN KEPALA DESA ANGGANA oleh Wagimin

  9. SAMBUTAN PPK KECAMATAN ANGGANA oleh Eka Isnawati, SE

  10. DO’A. Oleh : H.MUHAMMAD TOHA JAYA

  11. PENUTUP
                                                                        foto by Amir Hady
Demikian seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar, dengan harapan dan do’a semoga juga pada hari pemungutan dan perhitungan tanggal 9 April 2014 juga berjalan dan terlaksana dengan sukses dan menghasilkan anggota legislatif yang berkualitas. (ay.1)







http://regional.kompasiana.com/2014/04/04/sumpah-dan-pelantikan-ketua-kpps-dalam-rangka-pemilu-legislatif-2014-646521.html

Jumat, Maret 28, 2014

Bimtek Pemilu bagi Ketua KPPS Desa Anggana

foto by amir hady

Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Anggana, Kec.Anggana, Kab.Kutai Kartanegara telah menyelenggarakan kegiatan berupa bimbingan teknis bagi Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) se Desa Anggana, jum’at (28-3-2014) di Pendopo Kantor Desa Anggana. Pertemuan dipimpin langsung oleh Amir Hady selaku Ketua PPS, Andang Nur Hidayat selaku PPK Kec.Anggana, Wagimin selaku Kepala Desa Anggana dan ketua-ketua KPPS se Desa Anggana.
Ketua PPS menyampaikan bahwa setiap langkah penyelenggara pemilu, termasuk yang diselenggarakan di TPS oleh KPPS akan diawasi baik oleh masyarakat dan petugas pengawas dan akan dipantau oleh pemantau
pemilu. Untuk itu diharapkan sikap dan langkah kerja penyelenggara pemilu selalu mendasarkan pada ketentuan perundang-undangan yang ada, dan tetap menjaga independensi, integritas dan profesionalisme serta tidak memihak salah satu peserta pemilu.
Dibagian lain juga disampaikan dan dijelaskan tentang sah dan tidaknya surat suara, yaitu apabila tanda coblos pada:
  1. kolom parpol, maka dinyatakan SAH untuk PARTAI POLITIK;

  2. kolom calon, maka dinyatakan SAH untuk CALON;

  3. kolom parpol dan kolom calon, makadinyatakan SAH untuk CALON;

  4. kolom parpol dan lebih dari satu kolom calon, maka dinyatakan SAH untuk PARTAI POLITIK

  5. kolom parpol dan lebih dari satu pada kolom calon yang SAMA, maka dinyatakan SAH untuk CALON

  6. lebih dari satu kolom calon pada partai yang sama, maka dinyatakan SAH untuk PARTAI POLITIK.

  7. di antara garis kolom dua calon yang berbeda, maka dinyatakan SAH untuk PARTAI POLITIK

  8. kolom yang berwarna abu-abu pada Surat Suara (tidak terdapat nomor urut dan nama calon), maka dinyatakan SAH untuk PARTAI POLITIK

  9. kolom calon, tetapi nama calon yang bersangkutan tidak ada, maka dinyatakan SAH untuk PARTAI POLITIK

  10. kolom calon, tetapi calon yang bersangkutan meninggal atau dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat, maka dinyatakan SAH untuk PARTAI POLITIK

  11. lebih dari satu kolom partai yang berbeda, maka dinyatakan TIDAK SAH

  12. kolom partai dan kolom calon yang berbeda partai, maka dinyatakan TIDAK SAH

  13. lebih dari satu kolom calon yang berbeda partai, maka dinyatakan TIDAK SAH

  14. Tanda coblos dengan rokok / api, maka dinyatakan TIDAK SAH

  15. Tanda coblos dengan cara merobek, maka dinyatakan TIDAK SAH

  16. Merusak surat suara, maka dinyatakan TIDAK SAH

  17. Mencoret surat suara, maka dinyatakan TIDAK SAH

  18. Untuk DPD, tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut atau tanda gambar atau nama calon Anggota DPD, maka dinyatakan SAH
Juga ditambahkan oleh Amir Hady, bahwa kepada KPPS untuk cermat dan teliti dalam perhitungan suara serta pembuatan berita acara yang telah disediakan, untuk menghindari kekeliruan dan kesalahan perhitungan. (ay.1)
http://politik.kompasiana.com/2014/03/28/bimtek-pemilu-bagi-ketua-kpps-desa-anggana-644991.html

Kamis, Maret 20, 2014

Cara menentukan pilihan dalam pemilu



Idealnya memang untuk menentukan pilihan kepada caleg yang akan dicoblos dalam pemilu yang akan digelar tanggal 9 April 2014 yang akan datang adalah dengan mencermati visi misi dan program kerja serta rekam jejak caleg-caleg yang ditawarkan oleh partai politik peserta pemilu. Termasuk mengenali riwayat hidup si calon. Pengenalan riwayat hidup calon tersebut dapat berhubungan dengan latar belakang pedidikan, pekerjaan, aktifitas dalam masyarakat, dan juga pribadi yang bersangkutan dalam kehidupan sehari-hari bersama-sama dengan masyarakat.

Melalui pengenalan riwayat hidup, para si pemilih setidak-tidaknya mempunyai gambaran dan informasi dasar mengenai calon, dan partai yang mengusungnya, sehingga ketika menentukan pilihannnya, para pemilih dapat menimbang baik-buruknya calon dan partai politik tersebut. Menentukan pilihan terhadap calon dan partai tanpa informasi sama sekali, tentu sangat beresiko, karena sangat mungkin terpilih calon-calon dengan latar belakang riwayat hidup yang tidak sesuai dengan harapan. Sekali lagi, kecermatan dan kecerdasan pemilih dituntut untuk menilai riwayat hidup calon tersebut.

Nah, sebagian masyarakat sudah melakukan itu dengan plus-minusnya, tetapi sebagian yang lain belum dan bahkan tidak melakukan hal tersebut, tetapi tetap ingin ikut memilih. Penyebabnya pada umumya mereka memiliki keterbatasan dalam mengakses dat-data tersebut di atas.

Sehubungan dengan itu penulis menyarankan untuk bertanya. Bertanyanya jangan ke tim sukses atau orang-orang yang memang punya hubungan dengan sebuah partai, tapi kepada orang yang ditokohkan yang tidak ada hubungan dengan tim sukses atau partai politik, biasanya orangnya bersikap netral. Bertanya kepada orang yang tidak ikut-ikutan dalam kampanye. Bertanya kepada orang yang tidak pernah ikut menjadi anggota partai politik, tapi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, baik di tingkat kampung bahkan sampai tingkat propinsi. (ay.1)

http://politik.kompasiana.com/2014/03/20/cara-menentukan-pilihan-dalam-pemilu-642934.html

Rabu, Maret 19, 2014

Sungai Karang Mumus di Samarinda

sungai karang mumus samarinda (foto amir hady)

Menyaksikan kondisi Sungai Karang Mumus di Kota Samarinda saat ini memang memprihatinkan, selain kualitas airnya sangat jelek, juga viewnya nya masih belum bisa dikatakan enak dipandang mata. Tapi di beberapa titik sudah ada kemajuan, karena di kedua sisinya sudah dibeton.
Sungai Karang Mumus ini adalah anak sungai Mahakam, sangat strategis lokasinya, sebab berada ditengah-tengah kota Samarinda.  Andaikata di kedua sisinya sudah tidak ada lagi pemukiman, maka sudah dipastikan akan sangat mempesona.
Sebenarnya bisa saja pemukiman penduduk itu tetap saja dipertahankan, dengan syarat, pemukim harus taat dan patuh dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah.  Terutama aturan untuk menjaga kualitas air supaya tetap bersih dan aturan untuk mengendalikan pendangkalan.
Kalau sungai Karang Mumus ini bisa dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin bisa dijadikan andalan wisata dan tempat rekreasi yang sangat menawan, baik bagi warga Samarinda maupun wisatawan pada umumnya.
Penulis membayangkan untuk bisa melihat orang-orang yang berenang kapan saja, seperti dahulu,  walaupun pasang surut, air tetap bersih dan masih nyaman untuk berenang, tidak seperti sekarang, jangankan saat pasang surut, saat pasang dalam saja, orang tidak kepengen untuk berenang, karena airnya kotor dan bau.(ay.1)

Selasa, Maret 18, 2014

Sosialisasi Pemilu Legeslatif 2014

difoto oleh amir hady
Dalam rangka penyelenggaraan pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota pada tanggal 9 April 2014, di Kecamatan Anggana telah diselenggarakan sosialisasi (18-3-2014). Selain menyampaikan tata cara pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara, sosialisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat untuk aktif berpartisipasi dan datang ke TPS memberikan hak suaranya pada pemilu tersebut.(ay.)

Senin, Maret 10, 2014

Ayo menjadi donor darah sukarela

donor darah sukarela


Saya pikir untuk berbuat amal soleh itu tidak mesti yang muluk-muluk, tapi dengan mendonorkan darah pun sebenarnya bisa disebut sebagai amal soleh. Bagi orang yang telah memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya, maka akan sangat bermanfaat sekali darahnya tersebut bagi orang lain yang membutuhkan.
Dalam sebuah kesempatan Jusuf Kalla selak Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) menyampaikan bahwa ”Idealnya stok kantong darah yang diperlukan secara nasional adalah 2 persen dari jumlah penduduk yaitu 4,8 juta kantong darah per tahun. Sejauh ini PMI baru bisa mengumpulkan 1,9 juta kantong darah. Jadi masih kurang sekitar 3 juta kantong,” jelas Jusuf Kalla.
Darah merupakan aset bangsa dan setiap negara hendaknya dapat memenuhi kebutuhan darah warga negaranya sendiri yang disumbangkan secara sukarela. Oleh karena itu Donor Darah Sukarela merupakan aset bangsa.
Ayo menjadi donor darah sukarela

Samarinda langganan banjir


Ketahuilah bahwa air hujan yang turun hari ini (6/3), yang mengguyur Samarinda hari ini adalah air yang sama yang turun pada sepuluh tahun yang lalu, atau sama dengan air hujan yang turun tahun 1990an, atau air hujan yang turun tahun 1980an, bahkan jumlah atau volumenya tidak jauh berbeda. Dulu itu, air hujan yang turun tidak langsung meluber ke jalan atau pemukiman penduduk, tapi sebagian tertahan dulu di hutan-hutan, atau rawa-rawa, sedang yang turun di jalan atau pemukiman langsung mengalir ke parit-parit atau selokan-selokan yang ada, dan kemudian mengalir menuju sungai. Artinya dulu penampungan dan salurannya ada dan banyak, akan tetapi sekarang penampungan tersebut sangat berkurang, termasuk jalan air hujan yang turun itu yang menuju sungai dari selokan dan parit juga relatif sangat berkurang. Akibatnya air hujan yang turun di hutan-hutan dan rawa-rawa langsung juga mengalir ke selokan atau parit, karena tidak tertampung maka jadilah air meluber ke jalan dan pemukiman penduduk, itulah banjir. Oleh karena itu, supaya tidak banjir, sediakan atau kembalikan penampungan-penampungan sementara tersebut dan selokan atau parit harus tetap lancar.(ay.1)